Ternyata Belum Ada yang Mau Koalisi dengan Demokrat - Belum menentunya arah partai Demokrat dalam berkoalisi, selain karena raihan suara yang hanya 10,19 persen juga karena belum adanya kehendak dari partai lain untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat.
Hal itu diutarakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pengumuman hasil konvensi di DPP Demokrat, Jakarta (16/5/2014). SBY mengatakan dalam membangun koalisi tentu harus berangkat dari kehendak ingin koalisi. "Tidak mungkin Demokrat berkoalisi dengan partai yang tidak punya kehendak untuk berjuang bersama partai Demokrat," ujar SBY.

SBY: Rakyat Indonesia Belum Karib dengan Sistem Konvensi
SBY mengatakan tidak adanya kehendak tersebut karena belum adanya kesamaan visi dan misi antara Partai Demokrat dengan partai lain. Selain itu, SBY mengatakan pengalaman yang dimiliki Partai Demokrat membuatnya paham akan visi dan misi yang tepat untuk bangsa.
"Saya kira koalisi itu bukan cek kosong harus jelas betul platform dan solusi yang diambil. Partai Demokrat tidak mungkin gabung satu kubu, sementara yang dijanjikan tidak tepat untuk bangsa ini. Karena, 10 tahun menjadi presiden, saya hampir mengetahui memimpin bangsa ini, mengetahui tantangan, kemampuan pemerintah, aspirasi masyarakat, serta prioritas yang harus diambil," ujar SBY.
Karena itu, menurut SBY, partai Demokrat tidak sembarangan dalam menjalin suatu kerja sama politik. "Manakala Demokrat tidak bisa dan tidak sesuai maka demokrat tidak gegabah untuk mendukung dan berkoalisi dengan suatu kekuatan," ujarnya.
Sumber : tribunnews.com
"Saya kira koalisi itu bukan cek kosong harus jelas betul platform dan solusi yang diambil. Partai Demokrat tidak mungkin gabung satu kubu, sementara yang dijanjikan tidak tepat untuk bangsa ini. Karena, 10 tahun menjadi presiden, saya hampir mengetahui memimpin bangsa ini, mengetahui tantangan, kemampuan pemerintah, aspirasi masyarakat, serta prioritas yang harus diambil," ujar SBY.
Karena itu, menurut SBY, partai Demokrat tidak sembarangan dalam menjalin suatu kerja sama politik. "Manakala Demokrat tidak bisa dan tidak sesuai maka demokrat tidak gegabah untuk mendukung dan berkoalisi dengan suatu kekuatan," ujarnya.
Sumber : tribunnews.com
- Selama 10 Tahun ini, Pemerintah Lebih Banyak Bicara Daripada Berbuat - Pada zaman Orde Baru, pemerintah memiliki kekuasaan tunggal untuk menafsirkan Pancasila dan memaksakan penafsiran itu kepada…
- Nasdem Akan Garap Massa Yang Kecewa, Frustasi dan Putus Asa - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh yakin partainya mampu menempati tiga besar perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang. Pernyataan…
- Bagaimana Jika Partai Gerindra dan Golkar Berkoalisi ? - Hubungan Partai Gerindra dan Golkar terlihat makin mesra setelah pertemuan antara Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dengan Ketua Dewan Pembina…
- Inilah Kekhawatiran Sejumlah Pengusaha AS Jika Prabowo Jadi Presiden - Sejumlah pengusaha Amerika Serikat mengaku sempat khawatir jika Prabowo menjadi capres. Ekonom dari Universitas Indonesia…
- Inilah Empat Kekuatan Yang Mengepung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang dikepung oleh empat kekuatan kapitalisme global, yang secara…
- Sekarang Prabowo Diprediksi Menang Satu Putaran - Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN) melakukan penelitian untuk melihat peluang calon presiden (Capres) yang akan terpilih. Hasilnya,…
- Pemilu pertama zaman Orde Baru (1966-1998). Diikuti 10 peserta. Terdiri dari partai politik NU, PNI, IPKI, Murba, Partai Katolik, Parkindo, PSII, Perti dan Parmusi plus satu peserta yang tak ingin…
- Inilah Bukti, Iklan Kematian Jokowi Dibuat Oleh Pendukungnya Sendiri - Beberapa hari lalu, pengguna sosial media dikejutkan oleh sebuah gambar yang memberitahukan kabar duka cita. Namun, ini…
- PDIP Diantara Partai - Partai Islam - Pada tanggal 9 April lalu, Indonesia menyelenggarakan pemilu nasional keempat yang bebas dan adil sejak jatuhnya Presiden Suharto pada tahun 1998 setelah…
- PPP Dihantam Konflik Yang Tidak Pernah Reda - Konflik internal PPP tidak pernah reda. Jika beberapa waktu lalu internal PPP sempat panas soal dukungan ke Prabowo-Hatta di Pilpres maka kini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar