Seharusnya Jokowi Revolusi Mental Sendiri Dulu Supaya Jujur, Baru Bicara

Seharusnya Jokowi Revolusi Mental Sendiri Dulu Supaya Jujur, Baru Bicara - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, kembali dikritik terkait tulisan mengenai Revolusi Mental. Belakangan diakui yang bersangkutan, bahwa tulisan itu bukan karangannya sendiri.

Tulisan berjudul "Revolusi Mental" yang diterbitkan di kolom opini Harian Kompas pada Sabtu (10/5/2014) lalu, diakui Jokowi bahwa tulisan tersebut bukan hasil karyanya sendiri meski hanya mencantumkan namanya. Kepada wartawan di bandara Sultan Hasanudin, Jokowi mengakui tulisan tersebut merupakan buah karya dirinya dan tim yang ia bentuk.

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20140411_194843_jokowi-bertemu-relawan-projo.jpg
Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara jumpa pers posko relawan Pro Jokowi (Projo) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014). Selain bertemu dengan relawan pemenangan, Jokowi juga meresmikan Rumah Jokowi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

"Saya kan membuat strukturnya, poin-poinnya, kemudian kita rembuk dalam tim, baru kita buat," katanya.
Mengenai hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, mengatakan seharusnya tidak hanya nama Jokowi yang dicantumkan dalam tulisan tersebut.

"Harusnya penulisnya Jokowi dan tim. Kalau dia mengklaim tulisannya sendiri, itu pelanggaran akademik. Tidak etis. Dia menulis kan bukan gagasannya sendiri. Dia tulis garis besar, yang menulis orang lain," ujar Zaki saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2014).

"Kalau judulnya Revolusi Mental tapi modelnya sudah melanggar seperti itu, jadi bertanya-tanya. Retorika atau apa. Jokowi harusnya revolusi mentalnya sendiri supaya jujur," tuturnya.

Zaki menambahkan, seharusnya diakui saja bahwa Jokowi hanya sedikit berkontribusi dalam penulisan Revolusi Mental. Menurutnya hal itu lebih baik ketimbang mengklaim tulisan tim suksesnya sebagai tulisannya sendiri.

"Kalau yang menulis beberapa orang, tulis saja. Atau tulis tim Jokowi. Klaim seolah-olah itu tulisan dia semua, patut dipersoalkan. Hanya menulis poin-poin dan yang menulis orang lain, dia hanya sedikit berkontribusi," imbuhnya.

Sebelumnya, saat bertandang ke kantor Tribun Timur di Makassar, Jokowi kembali ditanyakan soal revolusi mental. Dalam kesempatan itu ia menyinggung soal kurangnya kurikulum pembentukan karakter di sekolah-sekolah, salah satunya adalah agar seluruh warga negara memiliki ideologi yang sama soal kemajuan bangsa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Jika karakter seorang anak hingga dewasa belum juga terbentuk, kata dia bisa saja anak itu dikirim untuk menjalani pendidikan bela negara. "Bisa saja masukin pulau, (dididik bela negara) kalau dirasa masih kurang," tuturnya. tribunnews.com )
Sebelumnya, saat bertandang ke kantor Tribun Timur di Makassar, Jokowi kembali ditanyakan soal revolusi mental. Dalam kesempatan itu ia menyinggung soal kurangnya kurikulum pembentukan karakter di sekolah-sekolah, salah satunya adalah agar seluruh warga negara memiliki ideologi yang sama soal kemajuan bangsa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Jika karakter seorang anak hingga dewasa belum juga terbentuk, kata dia bisa saja anak itu dikirim untuk menjalani pendidikan bela negara. "Bisa saja masukin pulau, (dididik bela negara) kalau dirasa masih kurang," tuturnya. tribunnews.com )
  • Jokowi Berpasangan Dengan Siapapun Pilpres Tetap Dua Putaran
    Jokowi Berpasangan Dengan Siapapun Pilpres Tetap Dua Putaran - Pemilihan Presiden 2014 diprediksi akan berlangsung selama dua putaran. Hal itu bila didasarkan tiga calon presiden yang akan…
  • Mempertanyakan Sikap dan Arah Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
    Mempertanyakan Sikap dan Arah Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) - PKS Antara Dilema dan Galau - Sikap dan arah politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini belum benar-benar…
  • Inilah Perbedaan Jokowi dan Prabowo di Media Sosial
    Inilah Perbedaan Jokowi dan Prabowo di Media Sosial – Jika Anda mencari nama Joko Widodo di jejaring sosial twitter, Anda hanya akan menemui akun-akun tak terverifikasi bernama Jokowi dan…
  • Benarkah Prabowo berkewarganegaraan Yordania?
    Benarkah Prabowo berkewarganegaraan Yordania? - Isu kewarganegaraan Prabowo Subianto kembali mencuat jelang pilpres. Prabowo disebut memiliki kewarganegaraan Yordania dan seharusnya ditolak KPU…
  • Bagaimana Nasib Koalisi Partai Aceh (PA) dengan Partai Gerindra ?
    Bagaimana Nasib Koalisi Partai Aceh (PA) dengan Partai Gerindra ? - Koalisi Partai Aceh (PA) yang dipimpin Muzakir Manaf dengan Partai Gerindra, yang diperantarai Ketua DPW Gerindra Aceh, TA…
  • Bagaimana Cara Aceng Fikri Berkampanye di Garut ?
    Bagaimana Cara Aceng Fikri Berkampanye di Garut ? -- Mantan Bupati Garut yang diberhentikan karena menikah siri, Aceng Fikri terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Lantas, bagaimana…
  • Kalaulah Prabowo Subianto Bukan Anak Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Sudah Lebur Jadi Abu... ???
    Kalaulah Prabowo Subianto Bukan Anak Dari Soemitro Djojohadikusumo ... ???- dan Jika Yang Difitnah Itu Bukan Prabowo Putra Sumitro, Niscaya Ibukota Dilebur Jadi Abu  - Kalaulah…
  • Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo Calon Presiden dan Wakil Presiden Hanura
    Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo Calon Presiden dan Wakil Presiden Hanura -- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akhirnya resmi mengusung pasangan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon…
  • Benarkah Efek Jokowi Tumpul?
    Benarkah Efek Jokowi Tumpul? - Meski suara PDI Perjuangan naik rata-rata 4-5 persen dibandingkan 2009 dalam hasil hitung cepat berbagai lembaga, namun suaranya tertahan di kisaran 18-20…
  • Nasdem Akan Garap Massa Yang Kecewa, Frustasi dan Putus Asa
    Nasdem Akan Garap Massa Yang Kecewa, Frustasi dan Putus Asa - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh yakin partainya mampu menempati tiga besar perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang. Pernyataan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar