Ini Tanggapan MUI Tentang Kader PDIP Mata-Matai Masjid

Ini Tanggapan MUI Tentang PDIP Mata-Matai Masjid - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan, pengawasan yang dilakukan oleh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap khatib di masjid, sangat melukai perasaan umat Islam.

"Pengawasan itu sangat melukai umat Islam, sejak kapan mereka menjadi polisi agama?" tanya Amidhan di Jakarta, Jumat.

Jika polisi agama, sambung dia, wajar jika adanya pengawasan terhadap masjid.

https://s3.yimg.com/bt/api/res/1.2/52iQv0xqhtsbtpbdfF2C9g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zNDY7cT03NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/antara/nas-20140530214557-kubah.gif
MUI: Pengawasan Masjid Melukai Perasaan Umat
"Sama seperti zaman penjajahan, bicara politik langsung dilaporkan ke polisi."
Menurut dia, hal biasa kalau soal bicara politik di masjid, yang tidak boleh adalah kampanye mengajak salah satu pasangan capres dan cawapres.

"Mengapa pengawasan hanya dilakukan di masjid, sedangkan gereja, pura, vihara dan lainnya tidak," kata dia lagi.

Menurut dia tidak adil, jika umat Islam mendapat perlakuan seperti itu.

Lagi pula, khatib yang memberi khutbah di masjid tahu mengenai batasan untuk tidak berkampanye.

Anggota Tim Sukses Jokowi-JK Eva Kusuma Sundari mengatakan, pihaknya memang meminta kepada kader partai yang beragama Islam untuk melakukan aksi intelijen terhadap masjid-masjid.

Eva beralasan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi - Jusuf Kalla banyak terjadi di masjid-masjid.

Kader PDIP juga diminta untuk merekam khutbah khatib di masjid.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (ar)
Sumber : antaranews.com
Eva beralasan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi - Jusuf Kalla banyak terjadi di masjid-masjid.

Kader PDIP juga diminta untuk merekam khutbah khatib di masjid.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (ar)
Sumber : antaranews.com
  • Siapa Berkoalisi Dengan Siapa
    Siapa berkoalisi dengan siapa menjadi isu politik paling hangat paska Pemilu Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014. Terlebih, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei,…
  • Bagaimana Cara Aceng Fikri Berkampanye di Garut ?
    Bagaimana Cara Aceng Fikri Berkampanye di Garut ? -- Mantan Bupati Garut yang diberhentikan karena menikah siri, Aceng Fikri terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Lantas, bagaimana…
  • Kasus Edgar Momentum Berantas Mafia Kampanye Hitam
    Kasus Edgar Momentum Berantas Mafia Kampanye Hitam - Pengamat politik Boni Hargens menyatakan kasus peredaran surat palsu Joko Widodo terkait perkara Busway Transjakarta yang diduga dilakukan…
  • Mempertanyakan Sikap dan Arah Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
    Mempertanyakan Sikap dan Arah Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) - PKS Antara Dilema dan Galau - Sikap dan arah politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini belum benar-benar…
  • Korupsi dan Politik Biaya Tinggi
    Korupsi dan Politik Biaya Tinggi - Tahapan pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 akan memasuki masa pendaftaran calon sementara (DCS). Tahapan ini telah didahului oleh penetapan…
  • Akhirnya Partai Bulan Bintang (PBB) Bisa Ikut Pemilu 2014
    PBB Lolos Pemilu, Yusril Minta Pendaftaran Caleg Diperpanjang - Pengadilan hari ini memutuskan PBB dapat ikut pemilu 2014.Kuasa Hukum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, meminta Komisi…
  • Ramadhan Seharusnya Melahirkan Pemilih Cerdas
    Ramadhan Seharusnya Melahirkan Pemilih Cerdas - Hadirnya bulan Ramadhan pada dasarnya memberikan arah dan panduan yang jelas sosok ideal yang layak dipilih menjadi presiden untuk 5 tahun ke…
  • Hanya Ini Lembaga Survei Yang Bisa Dipercaya di Indonesia
    Hanya Ini Lembaga Survei Yang Bisa Dipercaya di Indonesia -- Persaingan Pilpres 2014, tidak hanya diwarnai kompetisi antara tim sukses, tapi juga perang survei. Itu lantaran lembaga survei seolah…
  • Jika Partai Islam Bersatu, Jokowi Gagal Nyapres ?
    Jika Partai Islam Bersatu, Jokowi Gagal Nyapres - Dengan komposisi perolehan suara dan kursi DPR RI yang tidak ada mencapai 20% maka semua Capres-Cawapres harus diajukan oleh gabungan partai…
  • Inilah Perbedaan Jokowi dan Prabowo di Media Sosial
    Inilah Perbedaan Jokowi dan Prabowo di Media Sosial – Jika Anda mencari nama Joko Widodo di jejaring sosial twitter, Anda hanya akan menemui akun-akun tak terverifikasi bernama Jokowi dan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar