Terkesimakah Semua Orang Atas Pencitraan Jokowi?

Terkesimakah Semua Orang Atas Pencitraan Jokowi? - Menurut hasil survei embaga Survei Nasional (LSN), 71,2 persen warga DKI Jakarta mengaku kurang setuju jika Jokowi masju Capres pada Pemilu 2014. 

Padahal selama ini nyaris semua lembaga survei menempatkan Jokowi di peringkat pertama Capres. Lembaga survei Cyrus Network bahkan menyebutnya sebagai Capres setengah dewa. Sesumbarnya, dengan siapapun dan oleh partai manapun dicalonkan, Jokowi pasti menang. Dipasangkan dengan pohon pun Jokowi dikatakan bakal menang. 

Saking saktinya Jokowi, Cyrus menyebut bila Jokowi bergabung dengan partai lain, baik yang sudah dapat dipastikan lolos parliamentary threshold (PT) maupun yang terancam tidak lolos, niscaya elektabilitas partai-partai tersebut akan naik.

Kinerja Berantakan

Semua orang tahu, melambungnya pengusaha meubel itu adalah karena pencitraan. Media massa, baik televisi, radio, cetak apalagi daring (online), secara gila-gilaan setiap hari bahkan setiap detik memberitakan kiprah Jokowi. Sebuah media daring terkemuka, detik.com, dalam setiap harinya nmenurunkan puluhan berita aktivitas Jokowi dan pernyataan-pernyataannya yang ‘lugu’ dan ‘sederhana’ itu. 

Menjelang Pilgub DKI Jakarta lalu, ratusan anak muda tiap hari bekerja di sebuah gedung di kawasan TB Simatupang. Mereka tergabung dalam Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV). Operasi mereka di dunia maya, melalui status dan komentar di facebook, twitter, dan kolom-kolom kementar berbagai media daring. Hingga kini operasi dunia maya itu masih berjalan. Konon targetnya hingga Jokowi menjadi RI-1. 

http://www.suara-islam.com/images/berita/JASMEV-3_20140212_142936.jpg

Bila ada pernyataan tokoh yang mengritik, serta merta mereka akan bereaksi. Sebut saja mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais yang habis dibully setelah berkomentar negatif tentang Jokowi. Bagi mereka Jokowi pantang dikritik, sebab dia adalah 'nabi'

Di jejaring sosial Twitter berseliweran kabar, pendanaan operasi tim Jokowi di bidang media ini didukung penuh oleh konglomerasi para pengusaha China-Kristen. Mereka adalah James T Riyadi, seorang Evangelis, bos Lippo Group. Putra Mochtar Riyadi ini adalah satu-satunya orang Indonesia yang pernah membantu pendanaan dan strategi kampanye Bill Clinton. 

Belakangan, Tahir, bos Mayapada Group yang juga menantu Mochtar, melalui Tahir Foundation juga mengumpulkan sejumlah pengusaha untuk membantu pengadaan 10 bus Transjakarta dan memberi bantuan korban banjir senilai Rp6 milyar. Padahal, seperti pengakuan Tahir, sebelumnya ia enggan memberi bantuan kepada Pemprov DKI Jakarta. 

Pencitraan adalah kuasa manusia. Lain dengan kehendak Tuhan. Memasuki tahun baru 2014, Jakarta dilanda banjir. Citra Jokowi seketika hancur lebur. Karena ketidakberdayaan Jokowi menangani banjir, di beberapa ruas jalan tiba-tiba terpasang spanduk "Jokowi Capres Banjir." Kemudian disusul dengan spanduk serupa, "Jokowi Capres Jalan Rusak."

Jauh sebelumnya, pada pertengahan 2013 lalu, akademisi Universitas Indonesia, Iberamsjah, telah menilai sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, belum ada realisasi kerja nyata yang ditunjukkan olehnya. Menurutnya, apabila Jokowi berhasil maju sebagai calon presiden 2014, itu karena Jokowi hanya unggul di pemberitaan media massa setiap harinya.

"Yang membuat elektabilitas Jokowi di survei itu naik dan maju menjadi capres itu kan karena pemberitaan pers media. Kalau kinerja, jangan ditanya lagi, masih berantakan," kata guru besar UI itu. 

Iberamsjah menuding kalau program-program unggulan yang dimiliki Jokowi hanyalah program lama atau program pemerintah sebelumnya yang hanya ia teruskan dan ia ganti namanya.
Kasus terbaru buah karya rezim Jokowi-Ahok di Jakarta adalah pengadaan puluhan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB). Diduga tidak semua bus tersebut baru. Ada dugaan terdapat bus bekas yang hanya mengalami rekondisi. Parah dan sangat memalukan. 

Atas skandal bus bekas ini, pengamat transportasi Instran, Darmaningtyas menyayangkan mengapa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak teliti soal komponen bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) baru yang dilaporkan rusak. "Itu berarti perusahaan China yang menipu Pemprov DKI," ujarnya. 

Darmaningtyas malah menduga bahwa bus-bus tersebut bisa jadi merupakan stok lama, hanya bodi dan bagian yang nampak dipermak sedemikian rupa agar terlihat baru. Sementara, komponen mesin tak diganti.

Sementara Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengatakan, pengadaan bus Transjakarta dan BKTB baru oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menimbulkan keanehan sejak awal. Hal itu karena harga busnya yang tergolong mahal. 

Menurutnya, sangat aneh jika harga bus buatan China bisa lebih mahal dari bus buatan Jepang dan Jerman. Ia pun membandingan bus kota terintegrasi busway (BKTB) milik Pemprov DKI dengan kopaja AC.

"Bus sedang (BKTB) dibeli dengan harga Rp 650 juta per unit. Sementara kopaja AC yang merek-nya Toyota harganya Rp 450 juta. Jadi, masa lebih mahal bus China? Itu juga langsung berkarat," kata Azas.

"Bus gandeng harganya Rp 3,7 miliar. Saya baru pulang dari Jerman, jadi ada bus baru dari Daimler yang solarnya sudah Euro V, hibrid, dan yang jelas kualitasnya lebih bagus. Itu harganya Rp 3,2 miliar," tambahnya. 

Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi bus-bus yang dibeli dengan menggunakan APBD tersebut. Menurutnya, seharusnya Dinas Perhubungan dan Inspektorat Daerah melakukan pemeriksaan lebih rinci saat serah terima dari kontraktor.

"Double prihatin kita, karena selain lebih mahal, kualitasnya juga buruk. Bus-bus dari Jepang juga ada proses pengapalan, tapi kualitasnya tidak seperti ini," ujar anggota Komisi B ini.

Jokowi Prestasinya Belum Jelas

Terkesimakah semua orang atas pencitraan Jokowi?. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengaku heran dengan adanya fenomena Jokowi yang menyedot perhatian masyarakat. "Maaf, saya enggak ikut-ikutan mendewakan Jokowi," kata Priyo, dalam diskusi "Mencari Pesaing Jokowi", di Jakarta, Ahad (2/2/2014).

Bagi Priyo, Jokowi hanyalah politisi yang belum jelas prestasinya. Meski begitu, ia mengaku tak mengerti mengapa sosok Gubernur DKI Jakarta itu begitu menyedot perhatian masyarakat yang luas. Ia juga membandingkan Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut Priyo, prestasi Megawati jauh lebih terlihat ketimbang Jokowi yang notabene adalah anak didiknya di PDI Perjuangan.

Penilaian senada juga datang dari Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. Secara diplomatis, Suryadharma mengatakan seseorang itu bisa menjadi terkenal bukan karena popularitas semata, tetapi karena dua hal. "Pemikirannya dan karyanya yang monumental," kata Suryadharma di kediamannya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2014.

Menurutnya, selama ini Jokowi tercitrakan baik dalam pemberitaan sehingga membius masyarakat. "Kemudian, Jokowi, kan bagus dalam pencitraannya, pemberitaannya, bisa jadi membius masyarakat dan bisa jadi dia menjadi pilihan masyarakat, untuk memimpin negeri ini. Jadi itu tetap diperhitungkan," kata SDA. 

Jadi, untuk masyarakat Indonesia terlebih warga DKI Jakarta, jika tak mau terperosok dua kali lupakanlah sosok Jokowi. Biarkan dia menyelesaikan tugasnya dan merealisasikan janji-janjinya untuk membangun Jakarta Baru, yang bebas dari kemacetan dan kebanjiran.
sumber : suara Islam
Terkesimakah semua orang atas pencitraan Jokowi?. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengaku heran dengan adanya fenomena Jokowi yang menyedot perhatian masyarakat. "Maaf, saya enggak ikut-ikutan mendewakan Jokowi," kata Priyo, dalam diskusi "Mencari Pesaing Jokowi", di Jakarta, Ahad (2/2/2014).

Bagi Priyo, Jokowi hanyalah politisi yang belum jelas prestasinya. Meski begitu, ia mengaku tak mengerti mengapa sosok Gubernur DKI Jakarta itu begitu menyedot perhatian masyarakat yang luas. Ia juga membandingkan Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut Priyo, prestasi Megawati jauh lebih terlihat ketimbang Jokowi yang notabene adalah anak didiknya di PDI Perjuangan.

Penilaian senada juga datang dari Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. Secara diplomatis, Suryadharma mengatakan seseorang itu bisa menjadi terkenal bukan karena popularitas semata, tetapi karena dua hal. "Pemikirannya dan karyanya yang monumental," kata Suryadharma di kediamannya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2014.

Menurutnya, selama ini Jokowi tercitrakan baik dalam pemberitaan sehingga membius masyarakat. "Kemudian, Jokowi, kan bagus dalam pencitraannya, pemberitaannya, bisa jadi membius masyarakat dan bisa jadi dia menjadi pilihan masyarakat, untuk memimpin negeri ini. Jadi itu tetap diperhitungkan," kata SDA. 

Jadi, untuk masyarakat Indonesia terlebih warga DKI Jakarta, jika tak mau terperosok dua kali lupakanlah sosok Jokowi. Biarkan dia menyelesaikan tugasnya dan merealisasikan janji-janjinya untuk membangun Jakarta Baru, yang bebas dari kemacetan dan kebanjiran.
sumber : suara Islam
  • PKS Jadi Partai Korupsi Sapi. Bagaimana Bisa?
    Partai Korupsi Sapi, Apa Boleh Buat - ‘’Daging Sapi Mahal Ini Biangnya: Partai Korupsi Sapi’’. Demikian bunyi spanduk di tepi jalan. Spanduk yang menunjuk PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini fotonya…
  • Mempertanyakan Sikap Jokowi Terhadap Kasus Korupsi pengadaan Bus TransJakarta
    Mempertanyakan Sikap Jokowi Terhadap Kasus Korupsi pengadaan Bus TransJakarta - Puluhan warga dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, menuntut Gubernur DKI Jakarta…
  • Polemik PKS dengan Koalisi
    Polemik PKS dengan Koalisi - Polemik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan koalisi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berujung pada pendepakan PKS dari barisan koalisi. Hal itu…
  • Inilah Dampak Kemenangan Mutlak Partai Aceh
    Inilah Dampak Kemenangan Mutlak Partai Aceh - Adakah ini tanda positip atau negatif? Di mana Partai Aceh mengklaim pihaknya untuk sementara meraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif untuk…
  • Partai Islam Vs Partai Nasionalis
    "Survei bukan hantu yang kemudian kami harus takut, dan survei bukan Tuhan yang harus kita yakini." Itu adalah komentar Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nurwahid, saat menanggapi hasil survey yang…
  • Beginilah Cara Menentukan Suara Sah dan Tidak Sah Pada Pemilu Legislatif 2014
    Cara Menentukan Suara Sah dan Tidak Sah Pada Pemilu Legislatif 2014 - Untuk menekan jumlah surat suara yang nantinya tidak sah Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 14 varian…
  • Beginilah Adab Sopan Santun Calon Presiden Indonesia
    Beginilah Adab Sopan Santun Calon Presiden Indonesia - Santri Kesal, Awal Ketemu KH Maimoen Zubair, Jokowi Tak Cium Tangan - Kedatangan calon presiden Joko Widodo atau Jokowi di Pondok…
  • Kader Pengkhianat Larang Pasang Foto Bung Karno
    Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, secara tegas meminta kepada kader partai yang pindah ke partai lain demi mengejar jabatan untuk tidak memasang foto Soekarno dan Ketua Umum Megawati…
  • Prabowo Lolos Dari 'Jebakan Batman'
    Prabowo lolos Dari 'jebakan batman' pelanggaran HAM - Dua pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) 'duel' dalam debat pertama yang…
  • Siapakah Orang-orang di Belakang Aburizal Bakrie ?
    Siapakah Orang-orang di Belakang Aburizal Bakrie ? - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical tidak bekerja sendirian dalam membawa Golkar meraih suara maksimal dalam Pemilu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar