Partai Islam Semakin Panas ?

Lolosnya Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai salah satu peserta Pemilu 2014 mendatang diprediksi akan semakin memanaskan iklim politik nasional, terutama parpol Islam.

Sebab, diperkirakan PBB akan mampu mencuri suara dari basis parpol-parpol Islam yang belakangan mulai membelot.

"Munculnya PBB ini akan mengambil suara-suara parpol Islam. Bisa PKS, PAN, PPP, dan PKB. Akan terjadi kanibalisasi di tubuh partai-partai Islam. Suara-suara partai Islam akan beralih ke PBB," kata pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes di Jakarta, Senin (18/3/2013) malam.

Faktor pengalaman, kata Arya juga akan sangat berpengaruh terhadap kemungkinan berpindahnya kantong suara parpol-parpol tersebut ke PBB. Selain itu, PBB juga masih memiliki mesin partai yang sangat solid sehingga akan memudahkan proses mobilisir suara dalam Pemilu mendatang.
http://img.okeinfo.net/content/2013/03/18/339/777815/89Rf914liS.jpg

"Karena kita lihat PBB kan sudah lama. Tentu sebagai partai yang sudah ikut pemilu sejak 1999 tentu PBB punya struktur partai yang cukup kuat. Juga pasti mempunyai basis masa yang loyal," terang Arya.

Belakangan citra parpol Islam memang sedikit menurun. Terlebih tidak sedikit para politikus dan kader parpol Islam terjerat dalam berbagai kasus korupsi. Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi penyebab dari menurunya elektabilitas parpol Islam di masyarakat.

Hal itu juga terlihat dari hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan parpol Islam pada posisi keenam. Berdasarkan hasil survei LSI, jika Pemilu dilakukan hari ini, mayoritas masyarakat memilih Partai Golkar dengan perolehan suara 22,2 persen, dilanjutkan dengan PDI Perjuangan 18,8 persen, Demokrat 11,7 persen, Gerindra 7,3 persen, dan Nasdem 4,5 persen.

Sementara partai Islam menduduki posisi ke enam yaitu PKB dengan 4,5 persen, dilanjutkan dengan PPP empat persen, PAN empat persen, PKS 3,7 persen dan Hanura 2,6 persen. Dari hasil survei yang dilakukan pada 1 sampai 8 Maret 2013 itu menunjukan masyarakat Indonesia lebih senang memilih partai berbasis Pancasila (partai nasional) ketimbang partai berbasis Islam (partai Islam). // okezone
Hal itu juga terlihat dari hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan parpol Islam pada posisi keenam. Berdasarkan hasil survei LSI, jika Pemilu dilakukan hari ini, mayoritas masyarakat memilih Partai Golkar dengan perolehan suara 22,2 persen, dilanjutkan dengan PDI Perjuangan 18,8 persen, Demokrat 11,7 persen, Gerindra 7,3 persen, dan Nasdem 4,5 persen.

Sementara partai Islam menduduki posisi ke enam yaitu PKB dengan 4,5 persen, dilanjutkan dengan PPP empat persen, PAN empat persen, PKS 3,7 persen dan Hanura 2,6 persen. Dari hasil survei yang dilakukan pada 1 sampai 8 Maret 2013 itu menunjukan masyarakat Indonesia lebih senang memilih partai berbasis Pancasila (partai nasional) ketimbang partai berbasis Islam (partai Islam). // okezone
  • Sikap Aneh Koalisi Merah Putih
    Sikap Aneh Koalisi Merah Putih - Betapa memprihatinkan cara kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyikapi hasil sementara pemilihan presiden 2014. Mereka tak segera menyadari kekalahannya.…
  • Inilah Pengakuan Timses Jokowi-JK Tentang Perintah Awasi Masjid
    Inilah Pengakuan Timses Jokowi-JK Tentang Perintah Awasi Masjid -- Politisi PDIP yang juga tim sukses relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Eva K. Sundari mengakui adanya surat…
  • Akhirnya Partai Bulan Bintang (PBB) Bisa Ikut Pemilu 2014
    PBB Lolos Pemilu, Yusril Minta Pendaftaran Caleg Diperpanjang - Pengadilan hari ini memutuskan PBB dapat ikut pemilu 2014.Kuasa Hukum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, meminta Komisi…
  • Partai Demokrat Hanya Partai Semusim
    Partai Demokrat adalah Partai Semusim. Laksana kembang di taman, Demokrat tumbuh mekar, berbunga, dan setelah madunya dihisap habis oleh para politisi oportunis-korup, ia layu dan mengering untuk…
  • Terbuki Pemilih Kritis Lebih Memilih Golput ?!
    Di mana-mana yang menjadi pemenang pemilukada adalah Golput. Rakyat sudah "nek" dengan calon pemimpin daerah dan pemilu.Rakyat semakin cerdas. Tak lagi bisa ditipu dengan janji-janji "gombal" para…
  • Isu Miring Ical Vs Prabowo
    Isu Miring Ical Lebih Kompleks Dibanding Prabowo -- Sugeng Sarjadi Syndicate menilai isu miring mengenai Aburizal Bakrie (ARB) lebih kompleks dibandingkan dengan Prabowo Subianto sehingga…
  • SBY Jadi Cawapres, Presidennya Siapa ... ???
    SBY Jadi Cawapres, Presidennya Siapa ? - Perolehan suara Partai Demokrat (PD) yang terpuruk pada sejumlah perhitungan cepat (quick count) pemilu legislatif 2014 perlu segera disikapi oleh Presiden…
  • Nasib PKS Setelah LHI Diboyong KPK
    Di tengah ombang-ambing eksistensi PKS yang tengah menjadi bulan-bulanan berbagai pihak akibat kasus korupsi impor daging sapi yang menimpa kader terbaiknya, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), muncul sebuah…
  • Adakah Ruang 'Dispensasi' untuk Demokrat di UU Pemilu 2014 ?
    Permintaan Partai Demokrat agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat peraturan yang mengakomodasi kekosongan kursi Ketua Umum di partai itu, dinilai tak bisa terpenuhi. Undang-undang 8/2012 tentang…
  • Jokowi Berpasangan Dengan Siapapun Pilpres Tetap Dua Putaran
    Jokowi Berpasangan Dengan Siapapun Pilpres Tetap Dua Putaran - Pemilihan Presiden 2014 diprediksi akan berlangsung selama dua putaran. Hal itu bila didasarkan tiga calon presiden yang akan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar