Nasib PKS Setelah LHI Diboyong KPK

Di tengah ombang-ambing eksistensi PKS yang tengah menjadi bulan-bulanan berbagai pihak akibat kasus korupsi impor daging sapi yang menimpa kader terbaiknya, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), muncul sebuah pola menarik yang menggambarkan kekuatan geopolitik PKS di berbagai daerah di Indonesia.

Reaksi Kader Muda

Ketika beberapa saat setelah LHI diboyong KPK dengan berstatus tersangka dalam kasus korupsi impor daging sapi, jutaan kader PKS di berbagai daerah di Indonesia langsung bereaksi. Ada beraneka macam jenis reaksi, mulai dari reaksi menyangkal tuduhan tersebut, menyalahkan pihak lain dengan menyebut kasus ini sebagai konspirasi, menyerahkan kepada KPK, hingga setuju dengan aksi KPK dan mulai meragukan kredibilitas citra PKS sebagai partai dengan slogan bersih.

Dari berbagai reaksi yang muncul, yang paling menarik adalah reaksi dari sejumlah kader muda PKS yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

Sejumlah mereka yang masih menyandang amanah di berbagai organisasi intra maupun ekstra di sekolah atau kampusnya masing-masing ini, menunjukkan militansinya sebagai kader yang begitu mencintai PKS dengan melakukan pembelaan habis-habisan. Justifikasi bertubi-tubi di berbagai media sosial dan fitur internet lainnya yang membela LHI dan PKS pun terus berdatangan dari para kader muda tersebut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFTVagbTDr00j2kmAGgy8MqLybFSDPufWUTBnXTRiRMFaCvUejDd5ogL61MoD3PY9_U7wU1ktIsCK4o7M2yGOg2LqGkwq9AoPQ3_2oQWLm3FDDjhyphenhyphenqn7r8_5oX2ivBkymFoVI5ffxaKto/s320/one-finger.jpg

Justifikasi dari para kader muda tersebut terlihat dari sejumlah pernyataan-pernyataan, poster-poster, artikel-artikel di berbagai media sosial, hingga pembuatan grup di Facebook yang menyatakan dukungan terhadap LHI serta pembelaan terhadap PKS.

Hal ini menujukkan bahwa kaderisasi PKS yang masuk melalui penetrasi ke berbagai organ intra siswa dan mahasiswa di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia, ternyata berjalan sangat sukses.

Daerah-daerah yang sukses tersebut antara lain adalah Depok, Bandung, Banten, Semarang, Yogyakarta, Padang, Medan, serta Aceh. Di sejumlah daerah tersebut terdapat sejumlah perguruan tinggi-perguruan tinggi dan sekolah-sekolah dengan kualitas pendidikan relatif baik di Indonesia.

Daerah-daerah di atas menjadi lumbung kader muda PKS. Selain di daerah-daerah di atas, di berbagai daerah lainnya, seperti Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan hingga Maluku, juga tengah gencar penetrasi yang dilakukan oleh PKS untuk menjaring pemuda-pemuda kelas menengah untuk menjadi kader-kadernya.

Selanjutnya, usai justifikasi terhadap LHI mereda, topik pengangkatan Anis Matta sebagai pengganti LHI menjadi Presiden PKS pun kembali meramaikan nama PKS di seantero Indonesia. Siapa yang meramaikan topik ini? Mereka kembali datang dari daerah-daerah di atas yang menjadi lumbung kader muda PKS.

Hal ini juga ditunjukkan oleh sejumlah kader muda PKS yang membanjiri media sosial dengan pernyataan-pernyataan dukungan terhadap Anis Matta, bahkan hingga memasang foto Anis Matta menjadi foto profil di akun media sosialnya.

Pembuktian bahwa daerah-daerah tersebut sebagai lumbung kader muda PKS semakin terbukti setelah Anis Matta menentukan daerah-daerah yang menjadi tujuan safari dakwahnya. Anis Matta melakukan safari dakwah ke Jawa Barat, Sumatera Utara, hingga Yogyakarta.
Dalam melancarkan aksi justifikasinya, para kader muda PKS dibantu oleh keberadaan sejumlah media massa partisan yang dimiliki PKS. Media massa partisan inilah yang mencoba melawan arus serangan media massa besar lain yang seolah anti-PKS. Media massa partisan ini bukan hanya ada di tingkat nasional, beberapa media massa lokal juga terlihat memiliki haluan yang sama.

Beberapa media massa tersebut bertempat di daerah-daerah yang hampir sama dengan daerah-daerah yang disebutkan di atas sebagai lumbung kader muda PKS. Daerah-daerah tersebut antara lain adalah Semarang, Solo, Kawasan Pantura, Muria, Banyumas, Kedu, hingga Jember.

Sejumlah media massa partisan tersebut dalam memberitakan sejumlah pemberitaan seputar PKS terlihat membentuk pola berbeda dengan sebagian besar media massa lainnya.

Jika dilakukan penelusuran terhadap semua berita yang terkait PKS di media tersebut maka akan didapatkan berita-berita yang cenderung memberikan pembelaan dan berita-berita positif tentang PKS. Sejumlah berita-berita inilah yang kemudian gencar disebarluaskan oleh para kader-kader muda PKS yang aktif di berbagai media jejaring sosial.

Heartland-Rimland PKS

Dalam studi geografi politik ada teori geopolitik heartland dan rimland. Heartland sebagai daerah yang menjadi jantung kekuatan dari gerakan politik dan rimland sebagai daerah yang menjadi perluasan ruang gerak kekuatan dari heartland tadi. Pola menarik yang terlihat dari multiplier effect kasus LHI menggambarkan heartland dan rimland PKS saat ini di Indonesia.

Peristiwa sebelumnya yang juga memicu terlihatnya heartland dan rimland PKS adalah momentum Pemilu 2009. Dari pemilu tersebut, terlihat PKS meraih suara signifikan di Sumatera, sebagian besar Jawa, hingga beberapa daerah di Kalimatan dan Sulawesi. Hal ini mengindikasikan bahwa heartland PKS ketika itu berada di Sumatera dan sebagian Jawa bagian barat. Kemudian rimland-nya berada di beberapa provinsi di Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara dari Kasus LHI sekarang terlihat terjadi perubahan geopolitik PKS. Heartland PKS saat ini semakin luas hingga mencakup daerah-daerah yang dahulunya menjadi rimland-nya di 2009. Daerah tersebut antara lain adalah Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah. Otomatis ini membuat rimland-nya pun semakin melebar hingga ke daerah Indonesia Timur.

Dilihat dari daerah-daerah di atas, tampak ada sebuah karakteristik daerah yang menjadi sasaran perluasan geopolitik PKS, yaitu daerah-daerah yang memiliki perguruan-perguruan tinggi dengan kualitas relatif baik di Indonesia. Pasar PKS yang menjaring kader-kader muda dari kelas-kelas menengah terdidik membuat daerah-daerah tersebut pun menjadi geostrategi PKS dalam menentukan geopolitiknya.

Kader Muda: Masa Depan PKS

Penjaringan kader muda di daerah-daerah adalah geostrategi bawah tanah PKS yang paling sukses dibanding berbagai parpol lainnya di Indonesia. Jumlah kader muda ini diduga sudah mencapai jutaan se-Indonesia.

Mereka dirancang dari sekarang untuk menjadi pemimpin-pemimpin di daerah dengan cara menjadikan mereka tokoh di kampus-kampus atau sekolah mereka dari sekarang. Inilah geostrategi dari PKS untuk memperluas daerah-daerah yang menjadi geopolitik mereka di Indonesia.

Kasus LHI yang menghancurkan citra PKS saat ini di mata publik secara umum, tidak berpengaruh terlalu besar terhadap kesetiaan para kader muda. Sistem kaderisasi doktrin melalui sistem kelompok-kelompok sel di PKS membuat militansi mereka menjadi sangat kuat, dibuktikan dari penyangkalan dan justifikasi yang dilakukan oleh hampir seluruh dari mereka.

Meski untuk 2014 kasus ini mungkin berdampak terhadap elektabilitas PKS di publik, namun PKS menyimpan amunisi masa depan mereka untuk mewujudkan visi mereka, melalui pergerakan para kader muda yang meng-Indonesia. // penaaksi.com
Dilihat dari daerah-daerah di atas, tampak ada sebuah karakteristik daerah yang menjadi sasaran perluasan geopolitik PKS, yaitu daerah-daerah yang memiliki perguruan-perguruan tinggi dengan kualitas relatif baik di Indonesia. Pasar PKS yang menjaring kader-kader muda dari kelas-kelas menengah terdidik membuat daerah-daerah tersebut pun menjadi geostrategi PKS dalam menentukan geopolitiknya.

Kader Muda: Masa Depan PKS

Penjaringan kader muda di daerah-daerah adalah geostrategi bawah tanah PKS yang paling sukses dibanding berbagai parpol lainnya di Indonesia. Jumlah kader muda ini diduga sudah mencapai jutaan se-Indonesia.

Mereka dirancang dari sekarang untuk menjadi pemimpin-pemimpin di daerah dengan cara menjadikan mereka tokoh di kampus-kampus atau sekolah mereka dari sekarang. Inilah geostrategi dari PKS untuk memperluas daerah-daerah yang menjadi geopolitik mereka di Indonesia.

Kasus LHI yang menghancurkan citra PKS saat ini di mata publik secara umum, tidak berpengaruh terlalu besar terhadap kesetiaan para kader muda. Sistem kaderisasi doktrin melalui sistem kelompok-kelompok sel di PKS membuat militansi mereka menjadi sangat kuat, dibuktikan dari penyangkalan dan justifikasi yang dilakukan oleh hampir seluruh dari mereka.

Meski untuk 2014 kasus ini mungkin berdampak terhadap elektabilitas PKS di publik, namun PKS menyimpan amunisi masa depan mereka untuk mewujudkan visi mereka, melalui pergerakan para kader muda yang meng-Indonesia. // penaaksi.com
  • Demokrat, Golkar dan PDIP Dalam Linkaran Korupsi Simulator Kemudi 2011 Bersama Polri
    Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Dasrul Djabar, dari Fraksi Demokrat ihwal anggaran proyek simulator kemudi 2011. "Komisi Hukum tidak pernah…
  • PPP Dihantam Konflik Yang Tidak Pernah Reda
    PPP Dihantam Konflik Yang Tidak Pernah Reda - Konflik internal PPP tidak pernah reda. Jika beberapa waktu lalu internal PPP sempat panas soal dukungan ke Prabowo-Hatta di Pilpres maka kini…
  • Mengapa Aa Gym Akhirnya Mendukung Prabowo ?
    Mengapa Aa Gym Akhirnya Mendukung Prabowo ? - Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tahid Bandung KH Abdullah Gymnastiar menyambut gembira duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa…
  • Bagaimana Jika Partai Gerindra dan Golkar Berkoalisi ?
    Bagaimana Jika Partai Gerindra dan Golkar Berkoalisi ? - Hubungan Partai Gerindra dan Golkar terlihat makin mesra setelah pertemuan antara Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dengan Ketua Dewan Pembina…
  • Inilah Hasil Quick Count Pemilu Legislatif 2014 Dari Berbagai Lembaga Survei
    Inilah Hasil Quick Count Pemilu Legislatif 2014 - Hasil hitung cepat empat lembaga survei menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan duduk di peringkat pertama dengan rata-rata suara 19 persen.…
  • Inilah Beberapa Isyarat Pemimpin Yang Dapat Membangun Harapan Rakyat
    Inilah Beberapa Isyarat Pemimpin Yang Dapat Membangun Harapan Rakyat - Pepatah lama menyebutkan, “busuk ikan diawali dari kepala. Tatkala kepala baik, maka seluruh ikan akan baik. Demikian pula…
  • Pramono Akan Jadi Kuda Hitam Dalam Perhelatan Konvensi Partai Demokrat
    Pramono Akan Jadi Kuda Hitam Dalam Perhelatan Konvensi Partai Demokrat - Mantan Kepala Staf TNI Darat Jenderal (Purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo sejak Selasa lalu resmi bergabung dengan Partai…
  • Sekarang Prabowo Diprediksi Menang Satu Putaran
    Sekarang Prabowo Diprediksi Menang Satu Putaran - Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN) melakukan penelitian untuk melihat peluang calon presiden (Capres) yang akan terpilih. Hasilnya,…
  • Inilah Perbedaan Antara Prabowo vs Jokowi
    Inilah Perbedaan Antara Prabowo vs Jokowi - Pemilihan Umum Presiden RI akan di laksanakan pada tanggal 9 Juli nanti. Terdapat dua kandidat Presiden, yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo…
  • Hanya Ini Lembaga Survei Yang Bisa Dipercaya di Indonesia
    Hanya Ini Lembaga Survei Yang Bisa Dipercaya di Indonesia -- Persaingan Pilpres 2014, tidak hanya diwarnai kompetisi antara tim sukses, tapi juga perang survei. Itu lantaran lembaga survei seolah…

2 komentar:

  1. PKS akan tetap solid dan membuktikan bahwa target 3 besar 2014 akan diraih,,LHI tidak berpengaruh sama sekali dengan PKS pada pemilu 2014,

    BalasHapus
  2. Mohon maaf, apakah memang diperbolehkan melakukan kaderisasi/doktrin partai politik di lingkungan pendidikan? Karena sepengetahuan saya ada suatu lembaga khusus intra kampus semisal lembaga dakwah kampus yang ternyata isinya bukan hanya tentang dakwah Islam, melainkan juga ada doktrinisasi dan kaderisasi dari PKS tersebut (bukan mahasiswa yang datang untuk mendaftarkan diri jadi kader)? Apakah itu diperbolehkan melakukan kaderisasi di lingkungan pendidikan? Mohon klarifikasinya KPU..!! Terima kasih..

    BalasHapus